top of page

Penting! Hindari Konsumsi 7 Makanan Ini agar Bisa Cepat Hamil

Makanan bernutrisi tidak hanya dikonsumsi ketika sedang hamil dan ingin menjaga kesehatan kandungan. Bahkan, ketika Anda sedang berusaha untuk hamil, asupan sehari-hari harus dijaga kandungan gizinya. Sebaiknya, hindari mengonsumsi dulu beberapa jenis makanan dan minuman agar keinginan cepat hamil terpenuhi.


7 Makanan yang Perlu Dihindari agar Cepat Hamil


Anda mungkin sudah sering dengar bahwa untuk menjaga kesehatan, termasuk meningkatkan kesuburan, perlu mengonsumsi bahan makanan bergizi, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, aneka serat, dan lainnya. Namun, melansir dari Healthline, ada jenis makanan tertentu yang perlu dihindari oleh para calon ibu untuk meningkatkan kesuburan mereka.


Contohnya, makanan yang mengandung bahan-bahan kimia seperti pengawet buatan, hormon sintetis, dan kontaminan potensia. Zat-zat tersebut dapat menurunkan kesempatan hamil dan meningkatkan risiko yang membahayakan calon janin. Seram, kan?


Oleh karena itu, jika Anda ingin cepat hamil, cara terbaik adalah kurangi, bahkan hindari, beberapa jenis makanan dan minuman berikut.


1. Ikan dengan kandungan zat merkuri yang tinggi


Zat merkuri dapat memengaruhi tingkat dan kinerja hormon estrogen dan kesuburan wanita. Gangguan pada estrogen akan meningkatkan risiko terjadinya sindrom ovarium polikistik (gangguan ovarium), sindrom pramenstruasi, menopause dini, dan endometriosis. Tentu saja, gangguan-gangguan tersebut bukan kabar baik bagi siapa pun yang ingin cepat hamil.


Oleh sebab itu, batasi konsumsi ikan yang kandungan merkurinya tinggi, seperti ikan hiu, marlin, dan ikan todak (swordfish). Pokoknya, nih, ikan-ikan yang usianya panjang atau bersifat predator karena memakan ikan lain. Lebih baik, pilih ikan salmon, trout, teri, dan sarden--yang kaya lemak sehat dan omega 3 serta, pastinya, lebih enak. Yum!


2. Lemak trans


Keripik kentang, popcorn instan yang harus dimasak dengan microwave, dan gorengan adalah beberapa makanan yang yang mengandung lemak trans. Salah satu jenis lemak jenuh ini, mengutip dari Glamour.com, dapat menyebabkan peradangan dan resistensi terhadap insulin dalam tubuh, sehingga bisa menurunkan kesuburan. Lemak trans yang berlebihan juga dapat merusak pembuluh darah, yang dampaknya mengganggu aliran nutrisi ke sistem reproduksi Anda.


3. Makanan indeks glikemik tinggi (yang membuat kadar gula darah naik dengan cepat)

Hindari memakan makanan yang membuat kadar gula darah naik dengan cepat--istilahnya, indeks glikemiknya tinggi. Biasanya, karena makanan tersebut mengandung karbohidrat yang dapat cepat dicerna tubuh. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan peradangan, mengganggu kerja hormon, dan menghambat ovulasi. Kehamilan jadi terus tertunda.


Oleh karena itu, hindari makanan dengan IG tinggi, seperti nasi putih, roti tawar putih, kentang, dan minuman manis. Ganti dengan makanan yang kadar karbohidratnya lebih lambat dicerna. Misalnya, roti dan pasta gandum, nasi merah, serta kombinasikan dengan makanan penuh protein, serat, dan lemak sehat.


4. Soft-drink dan minuman bersoda


Kebanyakan minuman manis, bersoda, atau minuman penambah energi mengandung gula yang dosisnya cukup tinggi. Pemanis yang digunakan juga rata-rata adalah pemanis buatan. Kombinasi jumlah gula yang tinggi dan zat kimia pemanis buatan berisiko timbulnya peradangan, meningkatkan resistensi insulin, dan perubahan metabolisme tubuh.


Efeknya, meningkatkan risiko terjadinya sindrom ovarium polikistik atau gangguan hormon yang membuat sel telur wanita tidak berkembang. Kesempatan untuk hamil jadi menjauh, deh. Memang, yang terbaik adalah minum air putih saja!


5. Susu rendah lemak


Penelitian Harvard School of Public Health (2007)--yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction--menemukan bahwa susu rendah lemak berpotensi meningkatkan risiko gangguan ovulasi (pembuahan) pada wanita. Penelitian tersebut melihat wanita yang mengonsumsi dua gelas atau lebih susu rendah lemak per harinya memiliki risiko gangguan ovulasi tersebut 85% lebih tinggi daripada wanita yang mengonsumsi kurang dari satu porsi per minggu.


Kesimpulan tersebut terkait dengan produksi hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam kesuburan wanita. Lemak berperan pada produksi hormon estrogen dan progesteron dalam rahim. Susu rendah lemak menyebabkan kurangnya lemak dalam rahim wanita, sehingga hormon estrogen dan progesteron juga berkurang. Akibatnya, terjadi ketidak seimbangan hormon dan berkurangnya estrogen serta progesteron akan mengganggu proses ovulasi--yang berperan dalam proses kehamilan.


Oleh karena itu, wanita yang sedang berusaha hamil disarankan memilih susu dengan lemak seperti umumnya--tidak memilih yang rendah lemak atau tanpa lemak--tapi tetap dengan porsi yang sewajarnya. Dengan begitu, keseimbangan lemak dalam tubuh tetap terjaga baik.

Susu rendah lemak, yogurt, dan produk susu non-full fat lainnya diduga mengandung androgen, hormon pria yang tertinggal ketika kandungan lemak pada susu dikurangi. Meningkatnya kadar androgen dalam tubuh wanita dapat mengganggu siklus menstruasi, sehingga menghambat proses kehamilan.


6. Alkohol


Jika Anda ingin cepat hamil, hindari minum minuman beralkohol, sekalipun minum untuk alasan sosialisasi. Minuman beralkohol dapat mempengaruhi proses ovulasi dan siklus menstruasi. Selain itu, alkohol dapat mengganggu kerja hormon reproduksi, seperti estradiol, testosterone, dan LH.


Belum diketahui berapa jumlah minuman beralkohol yang aman untuk dikonsumsi selama Anda masih berusaha hamil. Namun, sebaiknya, sih, hindari sama sekali alkohol untuk meningkatkan kesuburan Anda.


7. Daging olahan


Makanan berupa daging yang melalui pemrosesan tambahan sebelum dijual dan kita konsumsi perlu Anda hindari agar cepat hamil. Pada proses pengolahannya, ada berbagai bahan tambahan yang diberikan pada daging olahan tersebut, seperti lemak, garam, gula, atau bahan pengawet lainnya. Yang termasuk daging olahan, antara lain sosis, nugget ayam, daging kornet, daging burger, dan lainnya.


Menurut sebuah penelitian yang dikutip Healthline, wanita yang sering mengonsumsi daging olahan, 40% lebih besar kemungkinannya menderita disfungsi ovulasi dibanding yang jarang mengonsumsi. Lebih baik, ganti konsumsi daging olahan Anda dengan tahu, seitan (bahan makanan pengganti daging yang terbuat dari gluten tepung gandum dan air, memiliki kandungan protein yang tinggi seperti daging sehingga baik untuk kesehatan), tempe, kacang-kacangan, dan lentil. Masalahnya, sehari sekali saja mengonsumsi daging olahan, risiko masalah pada pembuahan Anda meningkat sebanyak 32%. Oh, no!


15 views0 comments

Commenti


bottom of page