top of page

Jangan Sembarangan, Moms! Ini Panduan Memberikan Air Putih pada Bayi

Semua makhluk hidup di dunia pasti membutuhkan air. Air sangat baik untuk kesehatan, termasuk untuk melancarkan metabolisme dan menjaga dari dehidrasi. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi bayi, terutama yang baru lahir. Jadi, kapan bayi boleh minum air putih?


Terpenuhi oleh ASI


Bayi yang baru lahir hingga usia enam bulan justru tidak diperbolehkan minum air putih. Mereka hanya boleh mendapat pasokan cairan dari ASI. Menurut American Dietetic Association (ADA) dan American Academy of Pediatrics (AAP), dengan pemberian ASI saja, orangtua tidak perlu cemas kalau bayi mereka akan kekurangan cairan meski tidak minum air putih.


Hal tersebut karena kebutuhan air untuk bayi sudah terpenuhi oleh ASI, yaitu sebanyak 1,5 mL air/kkal energi setiap hari. Bayi juga tidak akan mengalami konstipasi (susah BAB) atau kerusakan ginjal jika tidak diberi air putih. Sebanyak 80% kandungan ASI adalah air. ASI juga telah mampu memberikan segala nutrisi yang diperlukan oleh tubuh bayi.


Selain itu, ada risiko memberikan air putih pada bayi sebelum waktu yang diperbolehkan, yaitu:


1. Air putih dapat mengganggu kemampuan tubuh bayi menyerap nutrisi dari ASI. Air putih membuat bayi kehilangan selera minum ASI, sehingga bayi minum ASI lebih sedikit dan berakibat mereka kekurangan nutrisi-nutrisi penting untuk perkembangannya.


2. Air putih membuat bayi lebih cepat kenyang dan mengurangi keinginannya minum ASI. Jika terus berlanjut, bayi kekurangan kalori yang dibutuhkan tubuhnya, sehingga memicu penurunan berat badan dan gizi buruk.


3. Keracunan air (hyponatremia)

Terlalu banyak air putih dalam tubuh bayi akan membuat kadar garam dalam darah menurun, sehingga keseimbangan elektrolit dalam tubuh juga terganggu. Akibatnya, bayi dapat mengalami diare, muntah, tubuh membengkak, suhu tubuh yang turun, berujung pada kejang-kejang, bahkan koma.



Kapan Bayi Bisa Mulai Minum Air Putih?


Pemberian air putih dapat Anda lakukan pada bayi ketika dia sudah berumur enam bulan atau mulai memakan makanan pendamping ASI (MPASI). Namun, takaran air putih yang diminum dianjurkan tidak lebih dari setengah gelas saja. ASI tetap asupan utama meski si kecil sudah berusia enam bulan. Jangan lupa, tanyakan juga pada dokter anak Anda mengenai kapan dan berapa banyak air yang bisa diminum si kecil, ya.


Minum air putih bagi bayi berusia enam bulan ke atas memiliki beberapa manfaat, antara lain:


  • Membawa nutrisi dan oksigen ke sel-sel tubuh dan membantu membuang zat-zat kimia yang tidak diperlukan tubuhnya.

  • Menjaga kesehatan sendi dan jaringan.

  • Menjaga volume darah.

  • Membuat si kecil tetap terhidrasi.


Anda juga dapat memberikannya sedikit air putih--sesuaikan dengan rekomendasi dokter anak Anda--jika udara sekitar sedang panas untuk menghindari dehidrasi. Perhatikan juga tanda-tanda bayi mengalami dehidrasi, yaitu:


  • Urin berwarna kuning gelap

  • Bibir pecah-pecah

  • Menangis dengan sedikit atau tanpa air mata

  • Kulit kering yang tidak memantul kembali saat ditekan dengan lembut

  • Mata cekung

  • Lesu

  • Rewel

  • Tidak bisa tidur

  • Tangan dan kaki dingin


Dehidrasi dapat terjadi juga ketika bayi sakit (seperti sakit demam tinggi, diare, muntah-muntah). Saat sakit tersebut dialami si kecil, langsung bawa ke dokter untuk menghindarinya juga dari dehidrasi.


Jika Moms masih bingung atau ragu kapan waktu yang tepat bayi bisa minum air putih, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, ya.


336 views0 comments
bottom of page